Cello Audio

 

 

Kabel CCA vs Copper

Kabel untuk audio mobil

Harga makin naik tetapi kenapa harga pemasangan audio mobil terutama untuk instalasi ringan seperti ganti tape, ganti speaker atau memasang power amplifier masih cenderung di kisaran ongkos yang sama. Jawaban yang paling logisnya adalah harga material yang digunakan lebih murah dari yang sebelumnya. Inilah yang menimbulkan fenomena penggunaan kabel CCA di toko audio dibandingkan kabel tembaga murni yang seharusnya menjadi standar dalam dunia car audio. Dampaknya tentunya penurunan kualitas.

Sedihnya, ini seringkali memanfaatkan ketidaktahuan konsumen tentang fakta-fakta ini justru malah memberikan potensi kepada konsumen untuk merugi lebih jauh. Upgrade kabel dalam dunia audio sangat lazim terjadi. Tetapi tidak harus dimulai dari kualitas yang paling rendah jika tidak terpaksa. 

 

Kenyataan dari penggunaan kabel CCAW

Dari segi konsumen, target yang mereka inginkan adalah untuk mendapatkan hasil terbaik dengan harga termurah. Dalam sistim audio yang lazim dilakukan oleh konsumen adalah menekan harga instalasi, dalam hal ini adalah memilih kabel dengan harga yang murah tanpa memikirkan kompensasi yang akan diberikan oleh kabel tersebut terhadap suara dari sistim audio mereka. 

Yang biasanya akan ditawarkan kepada konsumen dari tempat pemasangan audio adalah kabel CCA atau Copper Clad Aluminium. Kabel ini adalah konduktor dengan konstruksi inti dari aluminium (80%) yang dibungkus dengan lapisan tembaga (20%, atau bahkan kurang). Memiliki harga yang jauh lebih murah dari kabel tembaga murni dan biasanya memiliki ukuran AWG atau diameter inti yang lebih kecil. 

Perlu ditekankan disini adalah fakta jika aluminium bukan merupakan konduktor yang lebih baik dari tembaga. Aluminium dipilih sebagai penghantar karena harganya lebih murah. Fakta lain dari kabel CCA adalah bukti jika arus listrik yang mengalir melalui kabel CCA lebih banyak mengalir pada lapisan tembaga yang membungkus aluminiumnya, bukan pada inti aluminiumnya karena resistansi yang dimiliki aluminium lebih besar dari tembaga. 

 

Dengan demikian kabel CCA bisa disimpulkan kepada tiga fakta berikut:

• Konsumen akan mendapatkan kabel dengan daya hantar yang lebih jelek. Artinya daya yang yang akan dihantarkan lebih sedikit. Menurunkan efisiensi dari system audio. 

• Kabel CCA yang didapatkan biasanya memiliki ukuran AWG yang lebih kecil. Ini artinya ukuran kabel akan lebih tidak sesuai dan juga nilai hambatan yang akan lebih tinggi sehingga akan lebih membebani amplifier

• Karena lebih rentan getas dibandingkan tembaga, kabel CCA harus dipasang dengan sangat baik untuk melindunginya dari oksidasi. Memiliki daya tahan terhadap cuaca yang lebih jelek dari kabel tembaga murni. 

Sampai disini anda tentunya akan berpikir jika pada akhirnya toh kabel tetaplah kabel. Tugasnya sama sebagai medium untuk menghantarkan listrik. Saya tidak akan pusing dengan hasil akhirnya, yang penting berbunyi dan menyala. Jika akhirnya harus terpaksa menggunakan kabel CCA, ukuran yang digunakan harus sesuai. Ketika anda seharusnya cukup hanya menggunakan kabel tembaga ukuran 12-14 AWG, equivalen dari kabel CCA yang harus digunakan adalah 8-10 AWG. Tentu jatuhnya harga tidak terpaut jauh atau malah akan sama.

 

Bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh kabel CCA

Karena property dari Aluminium yang lebih inferior dibandingkan Tembaga dan juga masalah oksidasinya, banyak koneksi kabel CCA ditemukan putus akibat korosi yang ditimbulkan oleh factor cuaca. Terlebih jika pada awalnya pemasangan kabel tersebut tidak diperlakukan secara benar pada saat terminasi (pemasangan pada soket, crimpting, etc) sehingga mengikis lapisan tembaga dan membiarkan lapisan aluminiumnya terpapar langsung dengan cuaca. 

Ada fakta lain yang membuktikan jika pada arus yang sama kabel CCA akan menciptakan panas yang lebih tinggi dari kabel tembaga. Secara teorinya dapat dijelaskan jika kabel CCA yang memiliki hambatan lebih tinggi malah akan membutuhkan arus yang lebih kuat untuk memberikan hasil yang sama. Hasilnya adalah meningkatnya temperatur dalam inti konduktor. Karena aluminium memiliki tingkat lumer yang lebih rendah dari tembaga maka penyerapan panasnya akan lebih tinggi dalam waktu yang relatif singkat dan pelepasan panasnya akan jauh lebih lambat. Hasil ahirnya bisa kita lihat sendiri dari banyak kejadian sehubungan dengan masalah ini. 

 

Pertimbangan

Penting bagi para konsumen bahwa pilihan ini bukanlah merupakan kesalahan dari tempat pemasangan atau instalatur audio. Yang mereka lakukan hanya menyesuaikan budget yang diminta oleh konsumen. Tetapi banyak konsumen yang tidak meminta penjelasan lanjut dari perbedaan antara kabel tembaga murni dan kabel CCA. 

Tips dari kami. Gunakanlah kabel tembaga murni jika memungkinkan. Jangan begitu saja percaya dengan kabel yang ditawarkan dengan harga yang murah. Ketika memilih kabel, coba kikis bagian dari konduktor dengan cutter atau alat yang serupa. Jika warna logam kekuningan tidak berubah bisa diartikan kabel tersebut adalah tembaga. Jika lapisan kekuningan berubah menjadi warna perak maka anda mendapatkan kabel CCA. 

Pada dasarnya kualitas justru HARUS memiliki perbandinggan terbalik. Bayangkan seperti ini. Jika kendaraan anda sudah tua dan mengalami penurunan kualitas maka baik dari segi mekanikal dan elektrikal kendaraan tersebut akan mengalami penurunan. Kendaraan lama ini justru harus menggunakan kabel yang baik dan tembaga murni dari sistim audionya. Untuk mengantisipasi penurunan daya dari komponen lama.

Sebaliknya, kendaraan baru yang masih sangat segar dan tanpa masalah tidak akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan kabel CCA. Semuanya masih berada dalam batas toleransi minimal bukan maksimal. Tentu saja lebih banyak kendaraan baru yang menjadi pelanggan audio sehingga masalah tidak begitu sering terjadi. 

Mudah mudahan artikel ini bisa menjelaskan lebih lanjut mengapa kabel yang anda pilih memberikan andil yang cukup besar untuk menjaga kinerja komponen audio yang digunakan untuk bekerja lebih maksimal. 

 

Ingat

• Aluminium tidak menghantarkan listrik sebaik tembaga

• Aluminium lebih rapuh dari tembaga

• Melakukan uji coba fisik terlebih dahulu

• Gunakan ukuran yang sesuai jika terpaksa

• Tanyakan fakta dan uji pengetahuan instalatur anda

 

By : Akbar Sutaredja

 

 

 

Copyright © 2014 by Cello Audio.