Cello Audio

 

 

Seputar Audio Standar

Pertanyaan dan jawaban serta solusi sederhana hingga kemungkinan kendalanya. 

1. Speaker dalam mobil terletak di pintu depan kiri dan kanan, tetapi seringkali terdengar speaker kiri bersuara lebih dominan daripada yang kanan? Atau terkadang, seakan hanya speaker sebelah kiri saja yang bekerja. 

Fakta pertama adalah, dalam kendaraan (di Indonesia) pengemudi duduk di sebelah kanan membuatnya cenderung duduk lebih dekat kepada speaker sebelah kanan. 

Yang terjadi adalah suara speaker sebelah kanan sampai lebih dahulu ke telinga. Dan karena speaker tersebut di disain sebagai full range maka energy frekwensinya akan habis secara bersamaan tepat ketika suara dari speaker sebelah kiri tiba. 

Faktor lain yang mempengaruhi adalah sudut dari speaker tersebut. Speaker sebelah kanan yang berada di pintu arah suaranya pada rata-rata kendaraan pasti mengarah ke betis pengemudi. Sedangakan speaker sebelah kiri, karena memiliki ruang penyebaran (dispersi) yang lebih luas mungkin bisa mengarahkan suaranya pada area sekitar perut atau dada pengemudi. Tentu saja arah suara speaker sebelah kiri akan lebih dekat ke telinga yang sebelah kiri. 

Keadaan ini bisa menciptakan kesan sumber suara dominan. Jika anda masih penasaran apakah system anda rusak atau tidak, cobalah duduk di bagian tengah kendaraan dan dengarkan. Maka tidak ada dominasi dan suara yang dihasilkan berada pada posisi seimbang optimal. Pastinya QC ATPM sudah memastikan hal ini. 

Untuk memperbaiki situasi ini, cara yang paling ideal (bisa kita gambarkan sebagai recommended specification kalau di dalam dunia computer) adalah dengan melakukan upgrade system audio anda dengan komponen berfitur Digital Sound Processor / DSP. 

Minimum Spesificationnya bagaimana? Jika kasusnya adalah “pemilik kendaraan ingin tetap menggunakan seluruh system standar mereka hanya dengan penambahan minimum dan tidak ingin warranty hilang”? 

Solusi minimal adalah dengan membeli passive crossover dengan tweeter yang baik (dan terjangkau). Baik disini maksudnya adalah crossover pasif tersebut memiliki beberapa pengaturan yang dibutuhkan untuk memaksimalkan fungsi speaker standard dan juga fitur-fitur untuk mengontrol tweeter. Atau paling tidak kemampuan paling dasar untuk memisahkan kerja speaker standar sebagai midwoofer dan tweeter untuk frekwensi tinggi. Atau crossover pasif bekas sekalipun bisa saja diberdaya gunakan sebagai solusi ter-minimal.

Dengan menempatkan tweeter tambahan di atas dashboard sejajar dan mengarah ke telinga, maka anda telah berhasil melepaskan suara frekwensi tinggi yang memang terdengar lebih baik jika diarahkan secara langsung ke telinga. Dan sekarang, speaker standar di pintu akan menghasilkan suara midrange dan midwoofer saja, membuatnya lebih efesien. 

Yang sekarang akan terjadi, tweeter yang terletak di atas akan memicu indra kita terhadap kekuatan suara sistemnya, menciptakan persepsi keseimbangan dalam kekuatan suaranya. Meskipun kondisi ideal belum tercapai, paling tidak masalah speaker terdengar seperti hanya kencang sebelah sudah bisa diatasi sekitar 20-30 persen. Dengan passive crossover yang lebih baik yang biasanya dilengkapi fitur crossover point, attenuator serta Q maka upgrade system standar bisa naik ke 35-40 persen. Jika tweeternya bisa mermain pada frekwensi yang lebih rendah atau bahkan menggunakan speaker wideband (fullrange) berukuran kecil sebagai alternative dari tweeter maka diasumsikan system anda bisa saja mencapai 45% IMPROVEMENT. 

Kita sekarang mencapai bagian kompensasi atau apa yang harus dikorbankan untuk mendapatkan perbaikan suara ini. 

Diasumsikan, karena tidak ingin melakukan banyak perubahan, maka tape tetap menggunakan tape standar. Harus kita ketahui jika tape atau head unit standar hanya menghasilkan power output yang tentunya sudah di maksimalkan untuk speaker standar. Dengan menambahkan passive crossover dan tweeter tentu saja beban akan bertambah sehingga outputnya tentu akan menurun. Ini artinya, ada batas volume maksimal baru yang lebih rendah untuk sistim anda. Ini harus dicari sebagai patokan baru. Tidak bisa mengharapkan lebih dari batas ini, kecuali anda mau menggunakan amplifier/power. 

Yang sebelumnya bisa menghasilkan suara kencang tapi ngawur tergantikan dengan suara yang lebih detail dan halus tetapi tidak kencang sekali. Lagipula, siapa yang mau mendenganrkan suara kencang dengan menggunakan speaker standar kecuali chauffeur anda. 

2. Speaker standar tidak ada bass-nya. Ketika menaikan bass melalui Tone Control sampai ke batas maksimal speaker malah menghasilkan suara sember. Dan menambahkan subwoofer malah membuat suara jadi aneh?

Sember atau distorsi pada suara terjadi ketika speaker bekerja melebihi batas kemampuannya atau input dari power tape sudah berada pada ambang batasnya sehingga sinyal yang terkirim ke speaker adalah sinyal distorsi. (overload terjadi). Dan bass membutuhkan energy yang besar untuk dihasilkan. Ini tidak dimiliki oleh setiap head unit standar atau bahkan yang aftermarket sekalipun, dengan beberapa pengecualian saja. 

Satu satunya solusi yang paling pasti untuk mengatasi hal ini hanya ada satu, yaitu menambahkan subwoofer pada system anda. 

Banyak yang telah melakukan tindakan ini tetapi terkadang tetap tidak puas dengan hasil yang dicapai. Ini karena ada beberapa pertimbangan yang terlewatkan yang seharusnya dipikirkan sebelum menambahkan subwoofer ke dalam kendaraan.

Yang paling awal jelas merupakan dimensi dari subwoofer ini. Subwoofer 10 inci yang paling ringan sekalipun membutuhkan kotak dengan ukuran minimal yang direkomendasikan oleh pabrik. Ini akan menyita sedikit ruang dalam kendaraan anda. Yang berikutnya terkait dengan jumlah daya serta kuantitas dari bass yang dihasilkan oleh subwoofer tersebut. Bukannya si subwoofer ini tidak mampu mengimbangi suara system standar, yang terjadi malah sebaliknya. Suara bass menjadi berlebihan (overkill) sehingga keutuhan dan keseimbangan musiknya jadi terganggu oleh dentuman bass yang dominan. Mungkin ini tidak akan menjadi masalah bagi yang berumur 18 tahun tetapi jelas akan menjadi boomerang untuk yang berumur diatas 30 tahun. 

Yang harus dilakukan adalah menyesuaikan output suara dari subwoofer tersebut agar mencapai keseimbangan dengan system standar. Dengan demikian anda juga tidak akan over budget. Sangat disarankan untuk menggunakan subwoofer aktif yang letaknya bisa ditempatkan seperti layaknya bagian dari kendaraan tersebut atau bahkan tidak terlihat sama sekali. Sudah banyak produk seperti ini. Tinggal menyesuaikannya dengan kendaraan (1) lalu dengan kebutuhan (2) lalu dengan budget (3).

Ketika ketiga kriteria tersebut sudah terpenuhi kita bisa membahas kompensasi yang harus kita berikan untuk memasang subwoofer aktif ini. Subwoofer tidak bisa begitusaja ditambahkan kedalam system secara pasif (langsung di sambungkan ke kabel output speaker dari tape standar). Dia membutuhkan/memiliki sumber dayanya sendiri. Pada setiap subwoofer aktif, pasti tertanam atau terlampir amplifier yang disandingkan sebagai pasangan optimal dari subwoofer tersebut. Untuk memasangnya dibutuhkan standarisasi pemasangan amplifier yang sesuai dengan kebutuhan daya yang di tuntutnya. Dan ini membutuhkan biaya pembelian kabel catu daya, kabel speaker untuk sinyal (karena Tape standar tidak dilengkapi dengan RCA output dan remote turn on lead) dan sikring untuk pengamanan standar. Pada situasi normal, ini tidak akan lebih dari kisaran 250-300 ribu. Tetapi dalam situasi khusus, pemasangan sederhana seperti ini bisa saja mencapai angka ongkos di-700 ribu. Itu hanya ongkos untuk memasangnya. Semua itu tergantung dari tingkat kesulitan kendaraan yang terkait dengan factor resiko pengerjaan. 

Dengan menambahkan subwoofer yang sesuai dengan system standar/upgrade, 80% masalah bass dalam asumsi ini sekiranya dapat dipecahkan. Peningkatan suara yang bisa dicapai mungkin berada pada kisaran 50-60% IMPROVEMENT. 

Sekiranya itu merupakan dua masalah yang paling umum terjadi dengan kendaraan yang menggunakan audio standar. Jika ada pembahasan dan saran lebih lanjut, utarakan pandangan anda dalam forum ini. Baik itu yang bersifat subyektif atau teknis akan diterima secara terbuka untuk pembahasan selanjutnya. 

By : Mr. Akbar Sutaredja

 

 

 

Copyright © 2014 by Cello Audio.